Berat badan berlebih atau obesitas bisa menimbulkan berbagai komplikasi penyakit, salah satunya adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Tapi, kenapa bisa begitu ya? Berikut ini pembahasannya!
Mengenal Apa Itu Hipertensi?
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah berada di atas ambang normal, atau lebih dari 140/90 mmHg. Angka ini sebenarnya bisa berbeda pada setiap orang, karena tergantung pada tekanan darah normal dari seseorang. Biasanya, ada orang yang memang secara alaminya memiliki tekanan darah lebih tinggi maupun lebih rendah dari orang lain. Namun, biasanya ketika tekanan darah berada pada angka tersebut, maka dikategorikan sebagai hipertensi.
Mengenal Apa Itu Obesitas?
Obesitas sering dikenal sebagai berat badan berlebih. Namun, sebenarnya obesitas adalah kondisi ketika terjadi penumpukkan lemak pada tubuh yang disebabkan oleh lebih tingginya kalori yang masuk ke tubuh dibandingkan dengan kalori yang keluar.
Kalori masuk ke tubuh melalui makanan. Semakin banyak makanan yang dikonsumsi, apalagi ketika makanan tinggi lemak dan gula, maka akan semakin tinggi pula kalori yang masuk ke tubuh. Sementara kalori akan keluar dari tubuh melalui aktivitas yang kamu lakukan. Itulah mengapa, sering kali satu jenis makanan akan disamakan dengan aktivitas tertentu. Misalnya, makan satu potong ayam goreng setara dengan lari sekian menit.
Mengapa Obesitas Bisa Menyebabkan Hipertensi?
Melansir dari alodokter, penyebab obesitas memengaruhi tekanan darah berkaitan dengan sistem hormon dalam tubuh, termasuk hormon yang mengatur tekanan darah. Selain itu, kegemukan juga bisa menyebabkan kekakuan pemubuluh darah yang meningkatkan risiko masalah pembuluh darah, salah satunya adalah hipertensi. Tidak hanya itu, obesitas juga bisa memengaruhi berbagai fungsi tubuh lainnya, seperti ginjal yang dapat menurunkan kinerjanya dalam menyaring kelebihan cairan tubuh, sehingga menyebabkan tekanan pada pembuluh darah.
Untuk mencegah terjadinya hipertensi akibat obesitas, maka kamu harus mulai memerhatikan kondisi berat badan serta penumpukkan lemak dalam tubuh. Mulailah aktif bergerak dan atur waktu untuk berolahraga secara rutin, agar terjadi keseimbangan antara kalori yang masuk dan keluar dalam tubuh.
Selama proses menurunkan berat badan, ada baiknya jika kamu juga rutin melakukan pemantauan tekanan darah dengan alat tensi darah yang ada di rumah. Jadi, ketika kamu menemukan tekanan darah berada jauh di atas wajar, kamu bisa segera mengambil tindakan dengan melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.
